NEWS UPDATE

Permohonan Izin Pemasukan & Pengeluaran Benih Hortikultura
Diposting tanggal: 17 Juni 2013

Alur Permohonan Izin Pemasukan & Pengeluaran Benih Hortikultura

Alur Permohonan Izin Pemasukan & Pengeluaran Benih Hortikultura

 

 

Sumber : Permentan No 5/Permentan/OT.140/2/2012 Tanggal 6 Februari 2012
Alur:

  1. Pemohon sebelum mengajukan sudah melengkapi informasi yang dibutuhkan untuk pemasukan benih ke wilayah Republik Indonesia (IF-01) dan Informasi teknis benih komoditas yang akan di ekspor ke indonesia dari negara asal (IF-02).
  2. Bagi pemohon pemasukan benih florikultura permohonan harus sudah dilengkapi dengan izin CITES dari kementerian kehutanan.
  3. Pemohon mengajukan pemeriksaan terhadap benih hortikultura yang akan dimasukkan ke Balai Karantina di Pintu Pemasukan benih ke wilayah Republik Indonesia .
  4. Bagi benih hortikultura yang untuk pertama kali dari jenis tanaman dan/atau negara asal dimasukkan ke Wilayah Indonesia diperlukan analisis OPTK (PRA- Pest Risk Analysis) yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Pertanian. Proses dapat diselesaikan paling lambat 60 hari kerja.
  5. Bagi benih yang sudah secara reguler dimasukkan ke wilayah Republik Indonesia proses pemeriksaan diselesaikan paling lambat 5 hari kerja.
  6. Pemohon (perorangan, intansi pemerintah, badan usaha, badan hukum dan atau pemerhati tanaman) mengajukan ke Menteri Pertanian melalui kepala pusat PVTPP dengan tembusan Kepala Badan Karantina (formulir IM-01) dengan dilengkapi persyaratan a, b (khusus untuk pemasukan benih florikultura) dan c.
  7. Pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi pemasukan dan pengeluaran benih oleh PVTPPdiselesaikan paling lambat 3 hari kerja.
  8. Bagi dokumen yang sudah lengkap dan benar dokumen diserahkan oleh PVTPP ke Direktorat
  9. Direktorat Jenderal Hortikultura dan Badan Karantina Pertanian secara tertulis.
  10. Kepala Badan Karantina dalam waktu paling lambat 5 hari kerja (bagi pemasukan benih reguler) atau 60 hari kerja (bagi pemasukan benih untuk pertama kali dari jenis tanaman dan/atau negara asal) harus sudah menerbitkan rekomendasi dan disampaikan ke Direktur Jenderal Hortikultura dengan tembusan kepada Kepala PVTPP. Apabila dalam jangka waktu 5 hari kerja Kepala Badan Karantina tidak memberikan rekomendasi, maka Direktur Jenderal Hortikultura dapat memproses menggunakan rekomendasi sebelumnya.
  11. Direktur Jenderal hortikultura setelah menerima rekomendasi dari Kepala Badan Karantina Pertanian dalam jangka waktu 10 hari kerja harus sudah memberitahukan permohonan ditolak atau diterima. Apabila permohonan diterima, Direktur Jenderal Hortikultura menerbitkan Surat Izin Pemasukan benih hortikultura.
  12. Apabila dalam waktu 10 hari kerja Direktur Jenderal belum menerbitkan surat penolakan maka permohonan dianggap diterima. Penolakan oleh Direktur Jenderal Hortikultura diberitahukan secara tertulis ke pemohon melalui Kepala PVTPP.

Tugas dan Tanggung Jawab Instansi terkait Perizinan Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura :

  1. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP)
    - Menyediakan formulir – formulir
    - Melakukan pemeriksaan administrasi
    - Menyerahkan surat pengantar PPVTPP dan surat permohonan yang telah memenuhi syarat administrasi kepada Direktur Jenderal Hortikultura
    - Poin (a) sampai dengan (c) lama proses 3 hari kerja;
    - Menerima Surat Izin Pemasukan/Pengeluaran (SIP) yang telah disetujui Direktur Jenderal Hortikultura atau telah diparaf dengan disertai surat keterangan yang ada cap dan tanda tangan pejabat yang ditunjuk;
    - Memberikan penomoran SIP yang telah disetujui
    - Menyerahkan SIP kepada pemohon.
  2. Badan Karantina Pertanian
    - Memproses surat rekomendasi impor untuk tanaman yang akan masuk kedalam wilayah negara Indonesia yang ditandatangani Kepala Badan Karantina Pertanian (5 hari kerja);
    - Melakukan analisa resiko organisme pengganggu tumbuhan (AROPT) bagi tanaman yang pertama kali masuk ke wilayah Indonesia (60 hari kerja);
    - Mengeluarkan Phytosanatary Certificate (PC).
  3. Kementerian Kehutanan (Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati) :
    - Memeriksa dokumen pemohon;
    - Mengeluarkan izin CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) .
  4. Direktorat Jenderal Hortikultura
    - Memberikan rekomendasi teknis terhadap permohonan yang masuk ;
    - Membuat draft SIP ;
    - Direktur Jenderal Hortikultura menanda-tangani draf SIP setelah diparaf oleh Direktur Perbenihan Hortikultura atau pejabat yang ditunjuk. SIP dinyatakan sah jika ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Hortikultura;
    - Menyerahkan SIP kepada PPVTPP;
    - Poin (a) sampai dengan (d) lama proses 10 hari kerja.

 

Persyaratan Administratif Pemasukan(impor) Benih diserahkan ke PVTPP